Skip to content
Daftar NIB OSS – Izin UMKM – Nomor Induk Berusaha
  • Home
  • Layanan Kami
  • Blog
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak
KemenKopUKM dan APDURIN Sinergi Tingkatkan Ekspor Durian Parigi Moutong ke Thailand Artikel

KemenKopUKM dan APDURIN Sinergi Tingkatkan Ekspor Durian Parigi Moutong…

  • January 16, 2024January 16, 2024

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkolaborasi dengan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN) serta Pemerintah Sulawesi Tengah dan Kabupaten Parigi Moutong untuk mempromosikan ekspor durian ke Thailand. Ini merupakan langkah yang sejalan dengan kebijakan pemerintah yang berfokus pada hilirisasi berbasis UMKM, kemitraan, dan ekspor. Inisiatif ini diumumkan oleh Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Hanung Har

imba Rachman saat Pelepasan Ekspor Perdana Durian Tahun 2024 di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

APDURIN berhasil melakukan ekspor ini dengan dukungan dari empat usaha yang dinaunginya, yaitu PT Herofruit Sumber Sukses, PT Silvia Amerta Jaya, PT Amerta Nadi Argo Cemerlang, dan PT Ammar Durian Indonesia. Kemitraan ini penting untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha durian, melalui berbagai bentuk dukungan seperti penyediaan bahan baku, pemasaran, pengembangan teknologi, dan pembangunan ekosistem rantai pasok produksi.

Hanung menekankan pentingnya model kemitraan ini dalam mendorong ekspor UMKM, seiring dengan pertumbuhan pasar global untuk durian yang diperkirakan akan naik sebesar 7,1 persen dari tahun 2020 hingga 2026. Kabupaten Parigi Moutong, dengan kondisi agronomis yang ideal, berpotensi menjadi lokasi utama untuk produksi durian.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memilih komoditas unggulan di wilayahnya dan meningkatkan nilainya untuk tujuan ekspor. Hanung juga berharap model ini dapat direplikasikan untuk komoditas lain di kabupaten yang berbeda atau dengan komoditas yang berbeda di kabupaten yang sama.

Bupati Parigi Moutong, diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Mohammad Yasir, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah maju untuk meningkatkan kualitas produksi durian di Parigi Moutong. Kabupaten ini memiliki potensi besar di sektor pertanian, dengan 3.833 hektare perkebunan durian yang menghasilkan sekitar 305.419 ton durian per tahun.

Yasir menyatakan bahwa Parigi Moutong menawarkan berbagai varietas durian lokal dan unggulan nasional yang telah menjangkau pasar nasional dan internasional. Ia berharap pemerintah dapat membantu dalam pemasaran produk pertanian dan perkebunan, terutama durian, untuk mencapai pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing petani lokal.

Aditya Pradewo dari APDURIN mengakui bahwa dur

ian dari Parigi Moutong memiliki kualitas setara, bahkan lebih baik dari Malaysia dan Thailand. Namun, tantangannya adalah memenuhi standar internasional agar dapat diekspor langsung ke negara-negara seperti China. Aditya menekankan perlunya kolaborasi untuk mendorong UMKM agar dapat menjaga kualitas produk durian agar tetap stabil dan memenuhi standar internasional.

Dengan kolaborasi antara KemenKopUKM, APDURIN, Pemerintah Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Parigi Moutong, upaya ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi petani dan pelaku usaha durian di Indonesia untuk meningkatkan ekspor dan memperluas jangkauan pasar mereka ke tingkat internasional.


Menyambung topik mengenai inisiatif ekspor durian Parigi Moutong oleh KemenKopUKM dan APDURIN, peran penting Nomor Induk Berusaha (NIB) menjadi kunci dalam memudahkan proses ekspor bagi pelaku usaha, termasuk di sektor pertanian seperti durian. NIB, yang dapat didaftarkan secara online, memungkinkan pelaku usaha di Indonesia untuk mengakses pasar internasional dengan lebih efisien.

NIB adalah dokumen penting yang diperlukan oleh semua pelaku usaha di Indonesia, termasuk UMKM, untuk mengatur dan memudahkan proses bisnis mereka, baik di pasar lokal maupun internasional. Dengan NIB, pelaku usaha memiliki identitas usaha yang sah dan dapat mengakses berbagai fasilitas serta kemudahan dalam berbisnis, termasuk ekspor durian.

Kemudahan dalam mendaftarkan NIB online telah menjadi faktor pendukung bagi pertumbuhan ekonomi di berbagai kota besar di Indonesia. Berikut adalah tag daftar NIB untuk beberapa kota besar di Indonesia:

  • Daftar NIB Jakarta
  • Daftar NIB Surabaya
  • Daftar NIB Bandung
  • Daftar NIB Medan
  • Daftar NIB Makassar

Kota-kota ini mewakili sentra ekonomi yang beragam, dari pusat bisnis nasional hingga wilayah dengan potensi pertanian yang kuat. Dengan adanya fasilitas pendaftaran NIB online, pelaku usaha di kota-kota ini dapat lebih mudah mengembangkan bisnis mereka, termasuk dalam sektor ekspor seperti durian Parigi Moutong.

Kehadiran layanan untuk membantu dalam pendaftaran NIB semakin menambah kemudahan bagi para pelaku usaha yang ingin fokus pada pengembangan bisnisnya, tanpa harus dibebani proses administratif. Ini adalah langkah maju dalam memperkuat ekosistem bisnis di Indonesia, sekaligus mendorong kemajuan ekonomi melalui sektor ekspor.

KemenkopUKM Sukses Perkuat Pemulihan Ekonomi dan Siapkan Transformasi KUMKM Inklusif Berkelanjutan Artikel

Terobosan 2024! MenKopUKM Teten Masduki Bawa UMKM Indonesia Menuju…

  • January 13, 2024January 13, 2024
test2page – Daftar

Daftar NIB OSS disini

Proses Cepat, Mudah, dibantu Tim Ahli, Cuma 100rban saja…

Daftar

Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menyatakan bahwa tahun 2023 adalah tahun pemulihan yang transformatif bagi UMKM dan koperasi di Indonesia, dengan dua tujuan utama: memperkuat pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi COVID-19 dan menyiapkan transformasi koperasi serta UMKM yang resilien dan kompetitif menuju Indonesia Emas 2045. MenKopUKM mengumumkan bahwa kedua tujuan ini telah tercapai dan sejumlah proyek percontohan telah disiapkan sebagai model pengembangan UMKM dan koperasi masa depan.

Diskusi Bersama Pemimpin Redaksi yang diselenggarakan oleh KemenKopUKM di Gedung SMESCO, Jakarta, pada Kamis (21/12/2023), menggarisbawahi komitmen untuk melanjutkan upaya ini pada tahun 2024. Upaya ini diarahkan agar transformasi koperasi dan UMKM menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan. Teten Masduki mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, program-program KemenKopUKM akan diperluas untuk mencakup anak muda, perempuan, dan penyandang disabilitas, dengan fokus pengembangan ekonomi pada Ekonomi Biru dan Hijau yang meliputi aquaculture dan agriculture, masing-masing mencerminkan keunggulan domestik Indonesia.

Salah satu target utama KemenKopUKM pada tahun 2024 adalah penciptaan satu juta wirausaha baru. Pada tahun ini, sebanyak 821.599 wirausaha telah berhasil diciptakan melalui 320 kegiatan dari 27 kementerian/lembaga. Program digitalisasi akan difokuskan pada penguatan sektor hulu, dan inovasi pembiayaan akan terus didorong untuk memudahkan pelaku UMKM dan koperasi, termasuk melalui sistem credit scoring.

Pada tahun 2023, KemenKopUKM telah mencapai beberapa tonggak penting, termasuk penciptaan 400 koperasi modern (220 koperasi pangan dan 180 koperasi non pangan), serta penetapan tiga piloting koperasi untuk mengelola Minyak Makan Merah (3M) di beberapa kabupaten. Upaya ini dilengkapi dengan regulasi yang diperkuat melalui RUU Perkoperasian yang sedang dalam pembahasan.

Selain itu, program SOLUSI Nelayan telah menetapkan 38 lokasi dari target 59 lokasi untuk pembangunan Stasiun Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN). Dalam hal formalisasi usaha mikro, KemenKopUKM berhasil menerbitkan 3,4 juta NIB dan 74.879 sertifikasi halal pada tahun 2023.

KemenKopUKM juga bekerja sama dengan berbagai stakeholder untuk reaktivasi PLUT-KUMKM, dengan 13 lokasi NEW PLUT yang telah dibangun pada tahun ini. Program Layanan Rumah Kemasan juga telah diinisiasi untuk meningkatkan nilai tambah, kualitas, dan daya saing produk UMK.

Dalam rangka hilirisasi UMKM, KemenKopUKM telah membangun 8 Rumah Produksi Bersama (RPB) di berbagai daerah dengan potensi unggulan yang berbeda. Selain itu, berdasarkan data LKPP, Koperasi dan UMK telah berhasil mendominasi produk di katalog LKPP.

KemenKopUKM juga telah menyediakan enam lokasi piloting project 30 persen ruang publik untuk UMKM dan berhasil melakukan 7 MoU dengan usaha besar, menjalin kemitraan yang menghasilkan nilai transaksi kemitraan sebesar Rp9,51 miliar.

Hingga saat ini, 22,81 juta UMKM telah onboarding digital, dan KemenKopUKM terus mendorong UMKM untuk onboarding digital demi mencapai target tahun 2024 sebesar 30 juta. Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) juga telah memberikan dampak signifikan, dengan total 2.753 KUMKM yang telah menerima program/kegiatan.

Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) per 21 Desember 2023 telah mencapai Rp

250,3 triliun, dan LPDB-KUMKM berhasil menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,56 triliun pada tahun ini. SMESCO Indonesia telah melayani 94.978 mitra KUKM, mencapai 95,97 persen dari target yang ditetapkan.

Semua pencapaian ini menegaskan upaya KemenKopUKM dalam memperkuat ekonomi dan mempersiapkan transformasi KUMKM yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Langkah Besar Digitalisasi Perizinan di Indonesia: Pencapaian 7 Juta NIB Melalui Sistem OSS Artikel

Langkah Besar Digitalisasi Perizinan di Indonesia: Pencapaian 7 Juta…

  • January 11, 2024January 11, 2024

Tahun 2023 menjadi tonggak penting dalam evolusi digitalisasi perizinan usaha di Indonesia. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah berhasil menerbitkan lebih dari 7 juta Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS), sebuah pencapaian yang menandai kemajuan signifikan dalam upaya pemerintah untuk mempermudah proses perizinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pencapaian ini khususnya menggambarkan minat yang tinggi dari pelaku usaha di Indonesia, dengan Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten menjadi lima provinsi terdepan dalam penerbitan NIB. Sebagian besar NIB yang diterbitkan berasal dari usaha mikro, diikuti oleh usaha kecil, menengah, dan besar, menunjukkan bahwa sistem OSS telah efektif dalam menjangkau dan membantu usaha-usaha skala kecil dan mikro di seluruh negeri.

Tina Talisa, Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian Investasi/BKPM, mengungkapkan apresiasi kepada para pelaku usaha yang telah menggunakan sistem OSS dengan baik. Sistem berbasis risiko ini, yang merupakan bagian dari implementasi UU Cipta Kerja, telah dirancang untuk menyederhanakan proses berusaha di Indonesia. Kenaikan signifikan dalam jumlah NIB yang diterbitkan melalui sistem ini pada tahun 2023 menunjukkan efektivitas dan efisiensi sistem yang telah diterapkan.

Pencapaian ini menjadi indikator penting dari era baru dalam proses perizinan usaha di Indonesia. Dengan lebih dari 7 juta NIB yang telah diterbitkan melalui OSS, pemerintah Indonesia telah membuktikan komitmennya dalam memudahkan proses bisnis dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Langkah ini merupakan kemajuan berarti dalam memperkuat ekosistem bisnis di Indonesia, dengan memberikan manfaat khusus bagi para pelaku UMK yang menjadi tulang punggung ekonomi negara.

Posts pagination

1 2 3 4 5

Recent Posts

  • Beda NIB Perorangan dan NIB Badan Usaha
  • Apakah Usaha Makanan Rumahan Wajib Punya PIRT
  • Apa Itu PIRT dan Produk Pangan yang Bisa Mengajukannya
  • Alasan Penolakan PIRT dan Cara Memperbaikinya Secara Tepat
  • Beda PIRT dan Izin Edar BPOM MD untuk UMKM

Recent Comments

    Archives

    • October 2026
    • September 2026
    • April 2026
    • March 2026
    • February 2026
    • January 2026
    • June 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • December 2023
    • November 2023

    Categories

    • Artikel
    • Uncategorized

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Theme by Colorlib Powered by WordPress